I’m afraid…

tadi seorang teman baru saja menceritakan sesuatu yang menurutku cukup mengejutkan. di antaranya beberapa fakta soal kampus saia ini. kampus yang (sampai detik ini) saya cintai. tapi gak tau yah apa masih tetap seperti itu setela saya mengetahui kenyataan itu…emmm maksudna sampe perkataan itu terbukti benar.

sejauh ini fine2 aja sih. saia blum merasakan tanda2 ke arah situ. mungkin saia emang terlalu polos. menganggap pluralitas itu nyata dan saking bahagianya dengan pikiran2 ‘damai’ itu jadi melupakan bahwa stiap orang punya bakat rasisme di dalam diri mereka. saia taw mungkin hal yang saia takutkan itu baru terjadi lama sekali, stidakna cukup lama sampai saia lulus dari sini.

tapi sejujurna, saia sedih.
sungguh. apa saia terlalu polos yah dengan menganggap smua orang bisa bersikap sama bahkan terhadap orang yang berbeda?

saia takut kebahagiaan yang saia rasakan ini hanya di awang2. saia takut hanya saia seorang yang menginginkan kedamaian dan keadaan ideal ini. saia takut apa yang saia rasakan ini hanyalah bagian dari taktik mereka, bagian dari rencana jangka panjang yang jauh lebih besar, yang–sayangnya–merugikan saia dan orang2 seperti saia.

sejujurna saia juga gak mau berpikir negatif. sungguh. saia tidak punya niat terselubung APAPUN dengan apa yang saia lakukan saat ini. saia tidak peduli dengan smua isu sensitif itu. saia melakukannya karena saia cinta. dan saia ingin lebih mengenal mereka. dan saia sungguh ingin bisa berteman dengan bermacam orang yang berbeda.

tapi kenapa, ternyata mereka masih tetap berusaha meng’eksklusif’kan diri dengan rencana besar itu? seolah2 qt hanya dibiarkan bersenang2 di awal tapi dibuang kemudian. saia pun takut jaminan kerja itu tidak berlaku bagi orang2 seperti kami. Tuhan…gak bisa kah mereka berhenti memikirkan diri mereka sendiri? maksud saia, kenapa sih kita tetap gak bisa bener2 berteman????????????????????????

Oke, sejak awal sharusna saia suda bisa menebak dari namanya. tapi ya sudahlah. mudah2an ini hanya isu. meskipun rasana sangat menyakitkan. menghadapi kenyataan bahwa kawan2mu slama ini ternyata suatu saat di masa dean akan berbalik menjadi musuhmu.

hahaha.
apakah slogan p******** i* m****** itu hanya OMONG KOSONG???????!!!!!!!!!!!!!!!

saia betul2 ingin berpikir positif.

2 comments

  1. emng ada apaan sieh….
    ga begitu jelas maksudmu….
    yang pasti semoga semua berjalan baik-baik saja…

  2. You gotta check very carefully the sources of that bad news. It could be an attempt to break up Ma Chung’s unity, or it could be telling you the true thing about latent racism among Ma Chung students. Before you get emotional, cool down and try to confirm several times the valdiity of that rumour.

    Wud be sad, though, if some students are racists.

    Patrisius

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *