Catatan Seorang Jurnalis: ADA APA DI BALIK KASUS MUNIR?

Tepat di akhir tahun 2008, Muchdi PR, tersangka kasus pembunuhan Munir divonis BEBAS MURNI.

Hmm, Munir Said Thalib or simply called MUNIR.

Err…siapa yah? Kayaknya pernah denger…xp

Untuk memahami kasus ruwet ini, ada baiknya kita pake metode tanya jawab yang sederhana…to the point aja yah^^

Siapa sih Munir?

Aktivis HAM. Alumnus F. Hukum Unibraw. Mulai beken skitar taun 1998 saat dia menyelidiki kasus hilangnya 24 aktivis mahasiswa…yah gara2 reformasi yang bikin Soeharto lengser ituh. Dia mendirikan KONTRAS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan). Dia juga menyelidiki kasus pelanggaran HAM di Timtim oleh TNI. Pokoknya buanyakkk deh kasus2 HAM yang ditangani Munir. Dia aktivis HAM dan anti-korupsi Indonesia paling terkenal di luar negeri dan uda sering dapet penghargaan internasional.

Kok Bisa Munir Dibunuh?

Ya bisalah…dan cara meninggalnya sumpah FBI abis. Munir meninggal pada 7 September 2004 dalam pesawat Garuda, 2 jam sebelum mendarat di Amsterdam, Belanda. Ceritanya waktu itu dia lagi mau ngelanjutin S2 di Utrecht University. Setelah tim forensik Belanda meng-otopsi, ditemukan kadar racun arsenik tinggi di perut Munir. Padahal saat berangkat di Jakarta Munir sehat kuat bugar raharja. The fact is…Yep, he was poisoned. In his way to Netherlands.* Sungguh pembunuhan yang halus, samar, tersembunyi tapi sangat keji dan mematikan. Guess who, siapa lagi yang bisa melakukan pembunuhan terencana semacam ini?

* Penyelidikan selanjutnya membuktikan bahwa racun tsb dimasukkan saat pesawat transit di Singapura. Seorang saksi melihat Munir bersama Pollycarpus di Coffee Bean, Changi Airport. Diduga kuat saat inilah makanan/minuman Munir diracun.

Kenapa Munir Dibunuh?

Hanya Tuhan dan si pembunuh yang tau jawabannya. Yang jelas sebagai aktivis yang sangat vokal, Munir punya banyak musuh. Kebanyakan lembaga pemerintah, misalnya aja TNI dan BIN (Badan Intelijen Negara). Tau sendiri kan, kerjaannya Munir gak jauh2 dari mengusut kasus2 aneh macam orang hilang, pelanggaran HAM, korupsi, pembunuhan aktivis, gerakan separatisme, dan sejenisnya yang rata2 di-bekingi pemerintah.

Contoh gampangnya lah. Inget kasus Semanggi 1998? Ketika mahasiswa2 ditembakin aparat… Ato kerusuhan di Timtim 1999? Ketika para separatis disiksa TNI… Siapa lagi pelakunya kalo bukan militer? Demi pemerintahan yang sedang berkuasa, jelaslah mereka melakukan itu. Taun2 segitu, bau2 diktatornya Pa Harto masi cukup kuat. Dan tau sendirilah…apa yang bakal mereka lakukan untuk ‘melenyapkan’ orang2 yang dianggap mengganggu misi mereka… (hohoho mendrama banget ni nulisnya =p)

Siapa yang Bunuh Munir?

Sekali lagi hanya Tuhan yang tahu. Pollycarpus adalah tersangka pertama yang dijatuhi hukuman 14 tahun penjara (tapi diralat jadi 2 taun doang dan Natal 2006 dia bebas). Tapi Polly cuma bidak. Ini pembunuhan konspirasi. Ada ‘tangan lain’ yang lebih besar yang mengendalikan Polly. Sementara ini, dugaan kuat banget mengarah ke BIN. Motif mereka untuk bunuh Munir memang cukup kuat. Denger2 sih…sbelum ke Belanda Munir lagi mengusut kasus korupsi di lembaga senior negara yang kalo dia ungkap bakal bikin ‘Indonesia gonjang-ganjing’. Selain itu, ada pula teori bahwa BIN jadi ‘eksekutor’ perintah TNI yang pengin Munir dilenyapkan. Udah rahasia umum kalo Munir banyak ngebuka busuknya TNI dan kasus2 ‘haram’ rahasia negara yang mereka lakukan.

Kenapa Pengusutan Kasus Munir Gak Selesai2?

Empat taun lebih. Waktu yang sangat lama untuk mengusut kasus pembunuhan seorang anak manusia berumur 39 tahun. Ada campur tangan ‘pihak sakti’, itu jelas. Sampe sekarang, itu dedengkot/dalang/otak pembunuhan Munir belum juga ketangkep. Padahal dunia internasional uda bolak-balik mendesak pemerintah. Tapi kasus Munir emang laksana simalakama. Mengusutnya sampai tuntas bisa jadi ikut menelanjangi kebobrokan negara. Kasus Munir, seperti kasus2 pembunuhan aktivis/pejuang lainnya terancam menyisakan misteri (lagi). Selalu begitu. Entah kenapa kasus2 semacam ini selalu berhasil jadi misteri abadi. Selalu ada yang kebal hukum. Selalu ada kebenaran yang tidak terungkap.

Sampai kapan?

3 comments

  1. enak dibaca Mi…kurang panjang. Hehe…
    serem ya bayangin suatu konspirasi kayak gitu.
    Eh ini boleh request berita gak? *halah*

    rajin2 update..

  2. @ Mas Arlingga
    xie xie ni…klo dikirim ke koran ntar kasian blog-ku dunkz gak keurus…hohoho sama2 keep blogging too! ^0^p

    @ Ussi
    kurang panjang? bikin ndiri aja lanjutanna…xp
    mo request?? bole ae tp ntar tulisen dw…hwkwkwk
    keep bloggin’!! ^0^p

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *