Renungan Ramadhan


Sekarang saya tahu bahwa hidayah itu bukan didapatkan, tetapi dicari. Kalau kita mau dan serius mencariNya, maka Allah akan menunjukkan jalanNya. Seumur hidup, belum pernah saya rasakan dorongan sekuat ini untuk mencari keberadaan Tuhan. Dorongan itu semakin menguat selama 2 tahun terakhir, ketika saya hidup di lingkungan plural yang menggelitik iman dan pikiran ke-Tuhan-an saya.

Tuhan dan agama itu bukannya dicari kalau sudah mendekati mati. Tuhan adalah pegangan, agama adalah tuntunan. Keduanya diperlukan selama kita menjalani hidup. Karena itu semakin awal kita menemukannya, maka semakin baik karena hidup kita akan berjalan dengan lurus dan terarah.

Hidup dalam kebimbangan dan keraguan itu nggak enak, percaya deh. Barangkali kamu sudah mencapai beberapa mimpi-mimpi duniawimu, dan kamu senang, tapi belum bahagia—ya, kamu happy, tapi belum joyful. Seperti ada sesuatu yang kosong di dalam jiwamu. Kamu berhasil, tapi untuk apa? Kamu meraih mimpimu, tapi apa manfaatnya?

Bulan Ramadhan ini, Allah membuka mata hati saya. Saya yang sudah bosan mendengar isu-isu yang begini, begitu, si A bilang begini, si B bilang begitu, di TV begini, di koran begitu, di pelajaran CBDC begini, di ceramah begitu, dll. Pusing. Di antara sekian banyak pendapat, mana yang benar? Mana yang bisa kamu percaya dan dijadikan tuntunan?

Saya berusaha mencarinya, karena itu saya putuskan kembali ke fitrah, mencoba membuka kembali apa yang seharusnya menjadi pegangan hidup saya: Al-Quran.

Meskipun sudah lancar membaca dan menghafal beberapa ayat Al-Quran di luar kepala, tetapi saya belum benar-benar memahami isinya. Itulah, orang Indonesia yang notabene pendidikannya rendah, masih menganggap agama sebagai syariat belaka, tanpa diimbangi aqidah/keimanan yang kuat. Padahal dasar yang harus dikuatkan terlebih dahulu adalah iman kita, bukan? Beriman dulu, kemudian beramal shaleh. Aqidah harus mantap dulu, baru setelah itu bisa menjalankan syariat dengan penuh keikhlasan. Insyaallah kalau tauhid kita sudah benar, apapun perintah Allah akan selalu kita usahakan dengan baik.

Alhamdulillah Allah mengerti keinginan saya untuk lebih dekat kepadaNya. Dia berikan kepada saya teman-teman yang luas ilmunya, berpikiran kritis dan terbuka. Allah berikan saya keluarga yang senantiasa mendekatkan saya ke jalan yang lurus, yang tak pernah lupa mengingatkan saya untuk selalu on track di jalanNya. Allah masih baik sama saya, nggak membiarkan saya tersesat lebih dan lebih jauh lagi.

Ayo teman-teman bersama-sama kita mencari Tuhan. Renungan Ramadhan ini insyaallah akan saya tulis terus selama bulan Ramadhan dengan berbagai topik berbeda, khususnya mengenai ayat-ayat yang terdapat dalam Al-Quran.

Semoga kita semua tetap berada di jalan yang lurus. Amin.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *