Lirik Indah, Lirik Indonesia

Zaman makin global. Mentang-mentang lagi demam Korea, sekarang lirik-lirik lagu Indonesia pada diterjemahin atau dicampur-campur sama bahasa Korea. Sebel sendiri ngeliatnya. Ngapaiiinnn…gitu lhoooo???

Apa bahasa Indonesia itu kurang bagus, sampe-sampe lirik lagu pun harus dijadi’in Korea? Emangnya moyang loe lahir di Korea? Emangnya yang ngasih makan loe selama  ini orang Korea? Ada juga mereka yang ngabisin duit loe!

Bukan berarti saya anti Korea. Saya juga suka nonton drama Korea, bahkan ngefans sama aktor Korea. Tapi nggak segitunya kaleee sampe segala aspek kehidupan harus “dijejeli” sama budaya Korea. Lama-lama nasi pecel  favorit bisa diganti dengan bulgogi -.-

Sebeeelll gitu rasanya kalo lihat tweet atau status temen2 yang pada bilang “aneh ya kalo lirik lagu Korea dijadi’in Indonesia”,  nyanyi-nya Korea2 terus…njelek2in musik Indonesia…Duh! Apa mereka itu enggak punya setitik pun rasa nasionalisme? Boleh lah menggemari musik2 mancanegara. Saya sendiri penggemar lagu2 Barat dan Jepang, tapi bukan berarti enggak menghargai produk dalam negeri kan?

Menurutku, banyak lagu-lagu Indonesia yang musik dan liriknya bagus2. Lirik2 itu kalo diterjemahin ke bahasa lain nggak akan seindah maknanya  kalo dalam bahasa Indonesia. Lirik2 lagu itu nunjukin banget keindahan bahasa kita, bahasa Indonesia.

“Ada yang lain di senyummu…yang membuat lidahku gugup tak bergerak…
Ada pelangi di bola matamu…yang memaksa diri ‘tuk bilang…aku sayang padamu…”  
(Pelangi di Matamu, Jamrud)

Dalem banget gak sih? Mau nangis rasanya tiap denger lagu itu ><

“Jalanku hampa dan kusentuh dia…terasa hangat oh di dalam hati…
Kupegang erat dan kuhalangi waktu…tak urung jua kulihatnya pergi…
Kau datang dan pergi oh begitu saja…semua kuterima apa adanya…
Mata terpejam dan hati menggumam…di ruang rindu kita bertemu…”
(Ruang Rindu, Letto)

Ruang rindu. Frase yang indah kan? Coba kalo diterjemahkan ke Inggris, jadinya malah geje. “Missing room?” Gak  banget. “Rindu” itu kata unik yang sulit diterjemahkan.

Lirik2 yang kuat banyak terdapat pada lagu2 Ebiet G. Ade. Dasarnya karena beliau memang seorang penyair sih.

“Barangkali, di tengah telaga…ada tersisa butiran cinta…” (Elegi Esok Pagi, Ebiet G. Ade)

Butiran cinta, kalo diterjemahkan langsung ke Inggris, jadinya “love granule”. Gak oke bangettt…

Ada juga kata-kata serapan dari bahasa Jawa kuno yang maknanya luhur dan dalam.

“Alam rayapun semua tersenyum, menunduk dan memuja hadirnya…
Terpukau aku menatap wajahnya, aku merasa mengenal dia…
Tapi ada entah di mana, hanya hatiku mampu menjawabnya…
Mahadewi resapkan nilainya, pencarianku usai sudah…”  
(Mahadewi, Padi)

Mahadewi. Kata yang sulit dicari padanan maknanya. Lebih dari sekedar dewi, more than just a goddess.

“Lusuh lalu tercipta mendekap diriku
Hanya usung sahaja kudamba Kirana
Ratapan mulai usang nur yang kumohon
Kuingin rasakan cinta…
Kirana jamah aku, jamahlah rinduku
Hanya wangi terurai yang dapat kucumbu” (Kirana, Dewa 19)

Kirana artinya cahaya, atau bisa juga berarti cantik. Istilah ini khas Indonesia, gak bakal ada padanannya di bahasa lain.

Lihat kan…? Bahasa Indonesia itu indah dan luhur banget. Kenapa harus kamu ganti lirik-lirik lagu itu dengan bahasa asing yang gak sepadan artinya? Tolong, sadar dong. Kamu itu orang Indonesia, bukan orang Barat, bukan orang Korea, bukan orang Jepang. Seberapapun ngefans-nya kamu sama budaya mereka, tolong ingat akar budayamu sendiri, jati dirimu sendiri. Kalau bukan kamu, dan kita semua orang Indonesia, siapa lagi yang mau melestarikan bahasa kita sendiri?

Sebagai penutup…saya sajikan sebuah lirik romantis, karya lama dari Ebiet G.Ade, “Lagu untuk Sebuah Nama”

“Mengapa jiwaku mesti bergetar 
Sedang musikpun manis kudengar 
Mungkin karena kulihat lagi 
Lentik bulu matamu 
Bibirmu dan rambutmu yang kau biarkan 
Jatuh berderai di keningmu 
Makin mengajakku terpana 
Kau goreskan gita cinta 

Mengapa aku mesti duduk disini 
Sedang kau tepat didepanku 
Mestinya aku berdiri berjalan ke depanmu 
Kusapa dan kunikmati wajahmu 
Atau kuisyaratkan cinta 
Tapi semua tak kulakukan 
Kata orang cinta mesti berkorban 

Mengapa dadaku mesti bergoncang 
Bila kusebutkan namamu 
Sedang kau diciptakan bukanlah untukku 
Itu pasti tapi aku tak mau perduli 
Sebab cinta bukan mesti bersatu 
Biar kucumbui bayanganmu 
Dan kusandarkan harapanku”  

Untuk sebuah lagu yang menyiratkan rasa cinta  tak terbalas, barangkali musisi pragmatis zaman sekarang cukup meringkasnya dengan judul “Cinta Bertepuk Sebelah Tangan” atau bahkan “Tak Laku-laku”. Miris…

Ebiet G. Ade, salah satu pencipta lirik terbaik Indonesia

1 comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *