Tentang Hijabi Influencers

Back then in 1900s, hijab wasn’t a mainstream dress code that Muslim women publicly wear. But after 9/11 attack, Islam suddenly came under spotlight–including its hijabi women. Maka mulai tahun 2008-an, muncullah gerakan fashionable hijab yang digagas para perempuan muda seperti Dina Tokio di UK, Ascia di Timur Tengah, dan disusul Dian Pelangi di Indonesia.… Continue reading Tentang Hijabi Influencers

La Armonía de Cordoba

Night view of Roman Bridge with Mezquita-Cathedral in the background

As soon as the sun slipped into the horizon, red tinge appeared on the sky. Its flaming colour blended perfectly with bone-like whiteness of Old Town buildings, while the green water of Guadalquivir refclected the light. Bewitched, we stand on the Roman Bridge with a dazzled look–enjoy the perfect moment and feel like never ever want to go home.… Continue reading La Armonía de Cordoba

Ramadhan Series: “Progressive Believer”

Ramadhan adalah bulan kontemplatif. Dengan perut kosong dan pengendalian nafsu, Tuhan sebetulnya menyuruh kita untuk berpikir. Dengan mengistirahatkan perut, panca indera, dan alat reproduksi, Tuhan sesungguhnya meminta kita untuk menggunakan otak kita. Berpikir dan merasa, lebih daripada biasanya. Perenungan tentang Tuhan, iman, dan agama justru tidak bisa lepas dari hal-hal duniawi. Sebab pemahaman terbesar tentang… Continue reading Ramadhan Series: “Progressive Believer”

Mencari Cakrawala

horizon

Cakrawala bukan garis biasa. Di sana tempat bertemunya langit dan bumi, angkasa dan samudera. Di sana kamu bisa melihat betapa langit seolah berbatas, dan bumi seolah bersegi. Cakrawala hanya sebilah garis semu, tapi saat menatapnya terlihat sangat nyata. Dalam seni rupa, di cakrawala lah ujung perspektif bermula. Cakrawala adalah tujuan hidup saya. Dalam mengarungi rentang… Continue reading Mencari Cakrawala

Capek di-InsyaAllah-in

Seberapa sering kamu mendengar jawaban “Insya Allah” saat kamu meminta kepastian dari seseorang? Well I think I have heard enough to say “STOP IT”. Jangan bilang “Insya Allah” lagi. Kalau iya bilang aja iya, kalau enggak ya enggak. Yang tegas gitu lho. Nggak usah pakai alasan religius untuk menutupi keragu-raguanmu, kesungkananmu, atau apalah itu. Kamu… Continue reading Capek di-InsyaAllah-in

Newbie Diary (3): Renungan Ramadhan Galau

Sampai minggu terakhir Ramadhan tahun 2012 ini, enggak ada satupun tulisan serial Renungan Ramadhan ‘keluar’ dari jari-jariku seperti  tahun-tahun sebelumnya. Bagiku, Ramadhan tahun ini enggak khusyuk banget rasanya. Pertama kalinya Ramadhan di kota lain, pisah dari keluarga dan hidup sendirian, hari-hariku dihabiskan seperti ‘robot’ di tempat kerja dan kos-kosan. Sahur dan buka yang biasanya tersedia… Continue reading Newbie Diary (3): Renungan Ramadhan Galau

Progressive Believer, Sukses Dunia Akhirat

Kenapa Indonesia nggak maju-maju? Percaya atau enggak, bisa jadi ini ada hubungannya dengan kualitas keimanan. Orang sekuler pasti berpendapat bahwa iman dan kemajuan suatu negara itu nggak ada korelasinya. Tengok saja Amerika Serikat dan Jepang. Di AS mayoritas penduduknya nggak punya agama, bahkan nggak percaya Tuhan. Orang Jepang percaya Dewa, tapi enggak lekat dengan tradisi… Continue reading Progressive Believer, Sukses Dunia Akhirat

Agama Aplikatif

Indonesia memang negeri yang ironis. Negara yang mencantumkan agama dalam KTP, tapi kelakukan penduduknya sama sekali nggak agamis. Negara yang lengkap jenis agama dan kepercayaannya, tapi lengkap juga jenis kejahatan dan kriminalitas penduduknya. Di sisi lain, banyak negara sekuler yang moralitasnya jauh lebih baik. Nah lho, ngapain beragama coba? Sebenarnya agama dibuat untuk membimbing manusia… Continue reading Agama Aplikatif

Dian Pelangi

Umurnya lebih muda dari saya, lahir Januari 1991. Tapi dalam usia belia, dia sudah mencapai apa yang orang seusia dia baru bisa memimpikannya. Dia sudah memimpin bisnisnya sendiri, diundang dalam ajang internasional, traveling keliling dunia, dan bahkan dia sudah menikah dengan laki-laki idamannya. Dia perempuan paling beruntung yang pernah saya tahu. And she is a… Continue reading Dian Pelangi

Renungan Ramadhan (10): Tuhan Maha Demokratis

Kalau Tuhan ingin disembah manusia, mengapa dia membiarkan orang atheis? Padahal ia Maha Kuasa untuk membuat semua hambaNya beriman. Menurutku, Tuhan tidak hanya Maha Kuasa, tapi juga Maha Demokratis. Dia tidak mendikte, tetapi memberi pilihan. Namun Dia tidak melepaskan kita begitu saja. Dia tetap memberi panduan dan petunjuk melalui Rasul dan Kitab-Nya. Dia juga memberi… Continue reading Renungan Ramadhan (10): Tuhan Maha Demokratis