SUARA RAKYAT DI ATAP GEDUNG DPR

“Bicara sudah nggak didengerin, menulis di koran juga sama. Sentilan di televisi, seperti Butet atau acara Democrazy, cuma jadi entertain. Makanya, saya demo saja supaya didengarkan,” begitu kata Pong Hardjatmo, aktor kawakan yang kemarin tiba2 melakukan aksi heboh. Dia memanjat gedung DPR dan mencoreti atapnya dengan cat semprot. Kata2 yang ditulisnya simpel tapi cukup menyentil, yaitu “JUJUR ADIL TEGAS”. Seolah-olah menyindir tajam sikap anggota DPR saat ini yang kerap kali menunjukkan perilaku sebaliknya.

Jujur saya akui, ulah aktor senior itu SANGAT KEREN. Dia bukan siapa2; bukan aktivis, bukan politisi, bukan komentator yang sering ceramah di televisi—dia hanya aktor film. Profesinya nggak berkaitan secara langsung dengan ribut-koyah di DPR. Tapi suaranya itu, spontanitasnya itu, murni dari seorang rakyat yang capek disuguhi aksi konyol para badut Senayan yang menyakitkan hati.

Reaksi Ketua DPR Marzuki Alie seolah membuktikan sikap negatif anggota DPR yang dipimpinnya. Dengan spontan ia langsung menunjuk kambing hitam. “Kalau sampai ada yang mencoret gedung begitu, pamdal yang salah. Pengamanannya bagaimana?” Kenapa setiap ada kejadian komentar pertama langsung mencari siapa yang SALAH? Kenapa tindakan pertama selalu mencari KAMBING HITAM? Apa dia nggak peka sama pesan yang coba disampaikan Pong, kata-kata yang sangat diidamkannya—dan juga seluruh rakyat Indonesia—sampai2 rela memanjat atap gedung DPR untuk menuliskannya? Dengan entengnya si Ketua Taman Kanak-Kanak Senayan malah bilang, “Pesan begitu sudah banyak di media.” Oh God, WHERE THE HELL IS YOUR EAR?

Pong orang cerdas. Nggak butuh popularitas. Kalau sampai dia bertindak begitu, itu berarti memang anggota DPR kita sudah parah busuknya. Bolos sidang, makan gaji buta, korupsi gila-gilaan. Bener juga apa kata Om Wahyu Kokkang di kartun Clekit-nya, “Kalau anggota dewan tetap nggak berubah kelakuannya, lain kali corat-coretnya langsung di jidat mereka saja!”

*sumber kutipan: Jawa Pos (Sabtu/31 Juli 2010)

*sumber gambar: mediaindonesia.com

2 comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *