Renungan Ramadhan (4): Tuhan dan Rasa Aman


Manusia adalah makhluk yang penuh ketergantungan. Saat bayi kita tergantung pada orangtua, saat remaja kita tergantung pada teman-teman, saat dewasa kita mungkin tergantung pada pasangan hidup atau rekan kerja. Ada pula yang tergantung pada hartanya, kekuasaannya, atau bahkan ketenarannya.

Ibarat tali, kalau ‘tempat bergantung’ itu hilang, maka kita pun akan terburai, terjatuh tidak karuan. Kita hancur dan kehilangan pegangan. Kita seperti orang linglung, segala yang kita punya seperti tidak berarti lagi; harapan hilang, semangat hidup pun tak tersisa.
Sering kan kita menemui orang-orang seperti itu. Jadi gila karena terbelit utang, bunuh diri karena diputus kekasih; mereka semua itu adalah orang-orang yang stress karena kehilangan tempat bergantung.

Kita tentunya nggak mau mengalami nasib seperti itu. Karenanya, kita harus memiliki tempat bergantung yang kuat. Dia yang tidak akan meninggalkan kita, Dia yang selalu ada saat kita butuh, Dia yang paling tahu apa isi hati kita.

Dialah Tuhan, tempat bergantung yang paling kuat.

Dengan bergantung padaNya, tali kita tidak akan putus. Meskipun kita sendirian dan ditinggalkan, Tuhan tidak akan meninggalkan kita, selama kita terus mendekat padaNya.

“Allah adalah tempat bergantung.” (Al-Ikhlas ayat 2)

Jadi jangan pernah terlalu sedih dan cemas. Orang-orang yang beriman akan selalu mendapat rasa aman, karena mereka menggantungkan talinya pada Sesuatu yang amat kuat dan tak akan pernah lepas.

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-An’am ayat 82)

2 comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *