Kepompong

Hubungan dengan orang lain itu seperti kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu. That’s very true. Kami seperti ulat yang ditempa hidup dalam kepompong selama 2,5 tahun, dan sekarang bersiap keluar, terbang bebas menjadi kupu-kupu yang cantik.

Dulu kami bukan siapa-siapa. Cuma mahasiswa baru yang culun dan kekanak-kanakan, mencari tantangan dan kesenangan. Cuma ulat yang mencari daun hijau untuk dimakan. Tanpa sadar, kami terhubung. Dan hubungan itu menjadi kepompong kami. Dalam hubungan itu, kami berbagi suka, duka, gagasan, candaan, dan yang terpenting, kami belajar. Banyak sekali yang sudah kami pelajari. Semuanya membentuk diri kami sekarang ini. Dari yang cuek menjadi peka. Dari yang tanpa arah menjadi punya tujuan. Dari yang emosional menjadi realistis.

Kepompong ini sudah selesai melakukan tugasnya; menempa ulat yang yang kekanak-kanakan menjadi kupu-kupu yang dewasa. Tanpa kepompong ini, kami tidak akan bisa menjadi kupu-kupu. Biarpun ada rasa sakit saat keluar dari kepompong, tapi itu adalah sebuah proses. Kupu-kupu yang cantik kini siap terbang ke angkasa, menyongsong masa depan…

Some people come into our lives and quickly go. Some stay for a while, leave footprints on our hearts, and we are never, ever the same.

3 comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *